HOME

Kamis, 03 November 2011

100 HARI WAKTU BERSAMAMU. HANYA,,,

Peter dan Tina sedang duduk bersama di taman kampus tanpa melakukan apapun, hanya memandang langit sementara sahabat-sahabat mereka sedang asik bercanda ria dengan kekasih mereka masing-masing.
Tina: “Huuaahh bosen banget! Aku berharap Aku bisa punya pacar yang bisa berbagi denganku”.
Peter: “Hmm kynya cuma tinggal kita berdua yang masih jomblo. Cuma kita berdua yang sama2 belum punya pasangan”.
(Keduanya mengeluh dan diam beberapa saat)
Tina: “Aku punya ide bagus, gimana klo kita adakan permainan?”.
Peter: “Eh? Permainan apa?”.
Tina: “Gampang, Aku jadi pacar Kamu, Kamu jadi pacar Aku. Tapi cuma buat 100 hari. Gimana menurut Kamu?”.
Peter: “Boleh juga. Lagian Aku juga ga punya rencana apa2 buat beberapa bulan kedepan”.
Tina: “Klo gitu semangat dong! Hari pertama kita jadian nih. Mau jalan2 ke mana kita?”.
Peter: “Gimana klo kita nonton aja? Filmnya lagi bagus2 tuh di bioskop”.
Tina: “Wah boleh juga, habis nonton kita karaoke yuk!”.
Peter: “Boleh juga! Aku pengen denger suara Kamu. Hehe”.
(Mereka pun pergi nonton dan berkaraoke. Setelah itu Peter mengantarkan Tina pulang malam harinya)


Hari ke 2 . .
Peter dan Tina menghabiskan waktu berdua di sebuah cafe. Mereka bercanda sambil mengobrol. Suasanan cafe yang remang2 dan lantunan suara musik yang syahdu membawa hati mereka pada situasi yang romantis. Sebelum pulang, Peter membelikan sebuah kalung perak berliontin bintang untuk Tina.

Hari ke 3 . .
Mereka pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari kado untuk sahabat Peter. Setelah lelah berkeliling pusat perbelanjaan, mereka memutuskan untuk membeli sebuah miniatur mobil2an. Setelah itu mereka beristirahat di food court. Makan sepotong kue dan segelas jus berdua dan mulai berpegangan tangan untuk pertama kalinya.

Hari ke 7 . .
Peter dan Tina bermain bowling. Tangan Tina terasa sakit karena tidak pernah bermain bowling sebelumnya. Peter memijit-mijit tangan Tina dengan lembut.

Hari ke 25 . .
Peter mengajak Tina makan malam di Ancol Bay. Bulan sudah menampakan diri, langit yang cerah menghamparkan ribuan bintang dalam pelukannya. Mereka duduk menunggu makanan, sambil menikmati suara desir angin berpadu dengan suara gelombang bergulung di pantai. Sekali lagi Tina memandang langit dan melihat bintang jatuh. Dia mengucapkan suatu permintaan dalam hatinya.

Hari ke 41 . .
Peter berulang tahun. Tina membuatkan kue ulang tahun untuk Peter. Bukan kue buatannya yang pertama, tapi kasih sayang yang mulai timbul dalam hatinya membuat kue buatannya itu menjadi yang terbaik. Peter terharu menerima kue itu dan dia mengucapkan suatu harapan saat meniup lilin ulang tahunnya.

Hari ke 67 . .
Menghabiskan waktu di Dufan. Naik Halilintar, makan es krim bersama dan mengunjungi stand permainan. Peter menghadiahkan sebuah boneka Teddy Bear untuk Tina dan Tina membelikan sebuah pulpen untuk Peter.

Hari ke 72 . .
Pergi Ke PRJ. Melihat meriahnya pameran lampion dari Negeri China. Tina penasaran untuk mengunjungi salah satu tenda peramal. Sang peramal hanya mengatakan, “Hargai waktumu bersamanya mulai sekarang”. Kemudian peramal itu meneteskan air mata sambil menggenggam tangan Peter dan Tina.

Hari ke 84 . .

Peter mengusulkan agar mereka refreshing ke pantai. Pantai Anyer sangat sepi karena bukan waktunya liburan bagi orang lain. Mereka melepaskan alas kaki dan berjalan sepanjang pantai sambil berpegangan tangan, merasakan lembutnya pasir dan dinginnya air laut menghempas kaki mereka. Matahari terbenam dan mereka berpelukan seakan tidak ingin berpisah lagi.

Hari ke 99 . .
Peter memutuskan untuk menjalankan hari ini dengan santai dan sederhana. Mereka berkeliling kota dan akhirnya duduk di sebuah bangku di taman kota.
15.20 . .
Tina: “Aku haus, duduk dulu yuk sebentar!”.
Peter: “Duduk di sini. Aku beli minuman dulu ya. Kamu mau minum apa?”.
Tina: “Aku aja yang beli. Kamu kan cape habis nyetir seharian. Sebentar yaa”.
Peter mengangguk, karena kakinya memang sudah pegal setelah menyetir. Karena di Jakarta selalu macet dimana-mana.
15.30 . .
Peter sudah menunggu selama 10 menit dan Tina belum kembali juga.
Tiba-tiba seseorang yang tidak dikenal berlari ke arahnya dengan wajah panik.
Peter: “Ada apa Pak?”.
Bapak: “Ada seorang perempuan ditabrak mobil. Sepertinya perempuan itu adalah temanmu”.
Peter segera berlari bersama dengan Bapak itu.
Disana, di atas aspal yang panas terjemur terik matahari siang, tergeletak tubuh Tina bersimbah darah, masih memegang botol minumannya. Peter segera melarikan mobilnya membawa Tina ke rumah sakit terdekat.
Peter duduk diluar ruang gawat darurat selama 8 jam 10 menit. Seorang dokter keluar dengan wajah penuh penyesalan.
23.53 . .
Dokter: “Maaf, kami sudah melakukan yang terbaik. Saat ini dia masih bernafas, namun Yang Maha Kuasa akan segera menjemputnya. Kami menemukan surat ini di dalam kantung bajunya”.
Dokter memberikan surat yang terkena percikan darah kepada Peter dan dia segera masuk ke dalam kamar rawat untuk melihat Tina. Wajah Tina pucat tetapi terlihat damai.
Peter duduk disamping pembaringan Tina dan menggenggam tangan Tina dengan
erat. Untuk pertama kali dalam hidupnya, Peter merasakan torehan luka yang sangat
dalam di hatinya. Butiran air mata mengalir dari kedua matanya. Kemudian dia mulai membaca surat yang telah ditulis Tina untuknya.
Dear Peter . .
Hari ke 100 kita sudah hampir berakhir. Aku menikmati hari-hari yang kulalui bersamamu. Walaupun kadang-kadang Kamu jutek, ketus dan tidak bisa ditebak, tapi semua hal ini telah membawa kebahagiaan dalam hidupku. Aku sudah menyadari bahwa Kamu adalah pria yang sangat berharga dalam hidupku. Aku menyesal tidak pernah berusaha untuk mengenalmu lebih dalam lagi sebelumnya.

Sekarang Aku tidak meminta apa-apa, hanya berharap kita bisa memperpanjang hari-hari kebersamaan kita. Sama seperti yang kuucapkan pada bintang jatuh malam itu di pantai, Aku ingin Kamu menjadi cinta sejati dalam hidupku. Aku ingin menjadi kekasihmu selamanya dan berharap Kamu juga bisa berada disisiku seumur hidupku. Peter, Aku sangat sayang padamu.
23.58 . .
Peter: “Tina, apakah Kamu tahu harapan apa yang kuucapkan dalam hati saat meniup lilin ulang tahunku? Aku pun berdoa agar Tuhan mengijinkan kita bersama-sama selamanya. Tina, Kamu tidak bisa meninggalkan Aku! Hari yang kita lalui baru berjumlah 99 hari! Kamu harus bangun dan kita akan melewati puluhan ribu hari bersama-sama! Aku juga sayang padamu Tina. Jangan tinggalkan Aku, jangan biarkan Aku kesepian! Tina, Aku sayang Kamu!”.
Jam dinding berdentang 12 kali . .
Jantung Tina berhenti berdetak . .
Hari itu adalah hari ke 100 . .
Katakan perasaanmu pada orang yang Kamu sayangi sebelum terlambat.
Kamu tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok.
Kamu tidak akan pernah tahu siapa yang akan meninggalkanmu dan tidak akan pernah kembali lagi.
Dear Friends . .

Tahukah Kamu kalau orang yang kelihatan begitu tegar hatinya, adalah orang yang sangat lemah dan butuh pertolongan?

Tahukah Kamu kalau orang yang terlihat sangat sabar, perhatian dan penuh pengertian, sebenarnya dia juga mengeluh?

Tahukah Kamu kalau orang yang menghabiskan waktunya untuk melindungi orang lain adalah justru orang yang sangat butuh seseorang untuk melindunginya?

Tahukah Kamu kalau tiga hal yang paling sulit untuk diungkapkan adalah :
Aku cinta Kamu, maaf dan tolong Aku.

Tahukah Kamu kalau Kamu menolong seseorang, pertolongan tersebut akan dikembalikan dua kali lipat?

Tahukah Kamu bahwa lebih mudah mengatakan perasaan Kamu dalam tulisan dibandingkan 
mengatakan kepada seseorang secara langsung? Tapi tahukah Kamu bahwa hal itu akan lebih bernilai saat Kamu mengatakannya dihadapan orang tersebut?

Tahukah Kamu kalau Kamu memohon sesuatu dengan keyakinan, keinginan Kamu pasti dikabulkan?

Tahukah Kamu bahwa Kamu bisa mewujudkan impianmu, seperti jatuh cinta, menjadi kaya, selalu sehat. Dan jika Kamu memintanya dengan keyakinan, dan jika Kamu benar-benar tahu, Kamu akan terkejut dengan apa yang bisa Kamu lakukan.

Tapi jangan percaya semua yang saya katakan, sebelum Kamu mencobanya sendiri, jika Kamu tahu seseorang yang benar2 butuh sesuatu yang telah saya sebutkan diatas, dan Kamu tahu Kamu bisa menolongnya, Kamu akan melihat bahwa pertolongan tersebut akan dikembalikan dua kali lipat .

Lots of Love ^_^
-Lilian-


Sumber : Ruanghati

PERKEBUNAN KALIBENDO

Assalamualaikum

Selamat pagi semua....
Minggu lalu tepatnya 23 Oktober 2011, Mbak tutus, Che Helda, dan aku jalan-jalan.
Rencana awal si mau ke Rogojampi cari martabak khas Rogojampi. Berangkat 2.30. Uda datengin beberapa penjual, ternyata nda ada yang buka.
Akhirnya jalan-jalan dialihkan. Kita menuju ke KaliBendo !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Come on....

Goes to . . . . .




Jalan menuju ke Kalibendo 

Pose dulu soalnya dapet view bagus  :D

Che Helda

Jalan menuju Perkebunan Kalibendo






Selamat Datang di Perkebunan Kalibendo







Setelah dari Kalibendo, kita menuju ke pantai. Namanya BOOM atau biasa disebut THR. Nothing special in here. Hanya Pantai dan banyak orang berjualan di sekitarnya.


Uda sore banget nih. Time to go home..
Udahan ah jalan-jalan minggu ini.
Jangan lupa mampir yah klo ke Banyuwangi Guys..........



Lots of Love ^_^
~Lilian~

Senin, 17 Oktober 2011

MINGGU PAGI DI WISATA OSING



Kemaren Minggu 16 Oktober 2011, Ibu tiba-tiba aja ngajakin renang. Akhirnya dipilih Wisata Osing yang ada didaerah Kemiren di desa Wisata Using. HTM hanya Rp. 10.000,-. Ada Kolam renang Anak-anak, Kolam renang dewasa, Kolam pancing. Berangkat pkl 06.00 WIB s/d 09.00 WIB.
Ini ada beberapa foto tentang WO ( Wisata Osing)

 Adek Airin
Ini kolam renang untuk dewasa, kedalamannya sekitar 2M.

Ini area kolam pancingnya.
Tangga masuk menuju ke kolam nih

DESA WISATA USING ^_^
Ada beberapa kamar yang sengaja dibangun untuk disewakan.
Kolam Anak-anak. Dalamnya sekitar 1M
Kolam anak dilihat dari atas
Ada tempat bermain juga untuk anak-anak
Momme sama Fadiyah
Momme and Me
Meeeeeeeeeeee ^_^ hehe
Dedek






Meskipun hanya sebentar, tapi seneng uda ngajak ibu jalan-jalan.
Yuk yuk ke Wisata Osing. Tempatnya keren.



Lot's of Love ^_^
-Lilian-

Senin, 10 Oktober 2011

QUOTE OF THE DAY 111010

Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba.
Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup.
Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

Lots of Love
-Lilian-

Rawat Leher Dengan Khasiat Kopi

Bila wajah dan bagian tubuh lain selalu dirawat dengan baik, apakah Anda sudah merawat leher juga?
Nah, kan... Bagian leher memang selalu menjadi bagian yang dilupakan dalam hal perawatan. Tampak sepele dan tak butuh banyak perhatian, padahal bila Anda perhatikan lagi, warna kulit leher terkadang lebih gelap dari warna kulit wajah.

Ok, sekarang coba ambil cermin, periksa juga bagian belakang leher, tengkuk tepatnya. Apakah warnanya juga tak sama dengan bagian tubuh lainnya? Bila ya, maka mari kita coba perawatan sederhana ini.

1. Pastikan Anda membersihkan seluruh bagian leher juga setelah selesai membersihkan wajah dengan cleansing milk

2. Ambil handuk dan basuh dengan air hangat, seka seluruh bagian leher.

3. Campurkan 1 sdm bubuk kopi hitam dengan 2 sdm air hangat. Aduk hingga rata, kemudian scrub leher dengan ramuan kopi dari bagian depan hingga bagian belakang.

4. Basuh kembali dengan air hangat hingga bersih dan tak ada biji kopi yang tertinggal.

5. Langkah terakhir, peras jeruk nipis dan ambil kapas. Oleskan sari jeruk ke seluruh bagian leher seperti halnya saat Anda menggunakan astringent. Anda juga boleh menggantikannya dengan mentimun untuk mendapatkan efek segar. Atau campurkan kedua bahan.

Lakukan dengan rutin seminggu sekali, maka leher Anda akan lebih halus, bersinar dan tidak hitam.


Lots of Love
-Lilian-


Sumber : Kapanlagi.com