HOME

Sabtu, 29 September 2012

Air Terjun Kayangan

Assalamualaikum

Sebenernya ini uda laaaama banget.
Tanggal 24 Mei 2010. Hehehe.
Ini masih jaman jamannya sekolah dulu. Kelas 3 SMA. Rencananya awal si mw panen durian di rumah Heriono. Berhubung pas sampe sana ternyata durian masih belum bisa dipanen akhirnya panen kelapa muda + jalan-jalan. Beruntungnya didaerah Macan Putih ada Air Terjun. cuman masih harus naik ke atas. Bareng sama Apri, Eko, Heriono (yang rumahnya deket Air Terjun ni), satu lagi aq nda tau siapa namanya karena beda kelas. Liliput cewek sendiri. Karena si Dina ndak jadi dateng.



Ni yang punya kebun durian - Heriono
 

Duduk di Bale sambil menikmati kelapa muda yang baru dipetik.
Acik acikkk





Ini Air Terjunnya. Air terjun sederhana, berada di pelosok desa dengan pemandangan asri..
Tanpa dipungut biaya masuk. Hehehe





Maaf ya kalo foto kurang jelas :D

Lots Of Love ^_^
-Lilian-

Kamis, 23 Agustus 2012

ZAHID

Assalamualaikum..




Di kota Suffah tinggallah seorang pemuda bernama Zahid. Ia hidup pada zaman Rasulullah. Setiap hari ia tinggal di masjid Madinah. Zahid memang bukan pemuda tampan hingga di usianya yang ke 35, ia belum juga menikah.

Suatu hari, ketika Zahid tengah mengasah pedangnya, tiba-tiba Rosulullah datang dan mengucapkan salam kepadanya. Zahid kaget dan menjawabnya dengan gugup, “Wa’alaikumsalam ya Rasulullah...”

“Wahai saudaraku Zahid, selama ini engkau tampak sendiri saja,”  sapa Rosulullah.

“Allah bersamaku, wahai Rasulullah,” jawab Zahid.

“Maksudku, mengapa selama ini engkau masih melajang? Apakah tak ada dalam benakmu keinginan untuk menikah?” tanya beliau lagi.

Zahid menjawab,  “Wahai Rasulullah, aku ini lelaki yang tidak mempunyai pekerjaan tetap. Apalagi wajahku sangat tak memenuhi syarat. Siapa wanita yang mau denganku?”

“Mudah saja kalau kau mau!” kata Rasulullah menimpali.

Zahid hanya termangu. Tak lama kemudian Rasulullah memerintahkan sekretarisnya untuk membuat surat lamaran untuk melamar seorang wanita bernama Zulfah bin Said. Ia anak seorang bangsawan Madinah yang terkenal kaya raya dan cantik jelita. Surat itu pun segera diberikan kepada Zahid untuk kemudian diserahkan kepada ayah Zulfah, Said. Setiba disana ternyata Said tengah menerima tamu. Maka usai mengucapkan salam, Zahid menyerahkan surat tersebut tanpa masuk ke dalam rumah.

“Said saudaraku, aku membawa surat untukmu dari Rasul yang mulia,” kata Zahid.

Said menjawab, “Ini adalah kehormatan buatku.”

Surat itu dibuka dan dibacanya. Alangkah terperanjatnya Said usai membaca surat tersebut. Tak heran, karena dalam tradisi Arab selama ini pernikahan yang biasanya terjadi adalah seorang bangsawan harus menikah dengan keturunan bangsawan pula (sekufu).

Akhirnya Said bertanya kepada Zahid, “Saudaraku, betulkah surat ini dari Rasulullah?”

Zahid menjawab, “Apakah engkau pernah melihatku berbohong?”

Dalam suasana demikian putri Said, Zulfah, datang dan bertanya, “Ayah, mengapa engkau tampak tegang menghadapi tamu ini?”

“Anakku, ia adalah pemuda yang sedang melamarmu. Dia akan menjadikan engkau istrinya,” kata ayahnya.

Di saat itulah Zulfah melihat Zahid. Seketika itu iapun menangis sejadi-jadinya. “Ayah, banyak pemuda yang lebih tampan dan kaya raya. Semuanya menginginkan aku. Aku tak mau ayah!”  jawab Zulfah merasa terhina.

Said pun berkata kepada Zahid, “Saudaraku, bukannya aku hendak menghalanginya tapi engkau dengar sendiri anakku merasa keberatan. Maka sampaikanlah kepada Rasulullah bila lamaranmu ditolak.”

Mendengar nama Rasulullah disebut sang ayah, Zulfah berhenti menangis dan bertanya, “Mengapa ayah membawa-bawa nama Rasulullah?”

Said pun menjawab, “Lelaki yang datang melamarmu ini adalah karena perintah Rasulullah.”
Serta merta Zulfah mengucap istighfar berulang kali dan menyesali kelancangan perbuatannya itu. Lirih, ia berkata pada sang ayah, “Mengapa ayah tak mengatakannya dari tadi bila yang melamarkan lelaki itu Rasulullah. Kalau begitu, nikahkan saja aku dengannya. Karena aku teringat firman Allah,

“Sesungguhnya jawaban orang2 mukmin bila mereka dipanggil Allah dan Rasul-NYA, agar Rasul menghukum (mengadili) diantara mereka ialah ucapan, KAMI MENDENGAR DAN KAMI PATUH. Dan mereka itulah orang2 yang beruntung” (An Nur : 51).

Mendengar hal itu hati Zahid melambung entah kemana. Ada semburat suka cita tergambar dalam rona wajahnya. Bahagia, itu yang pasti ia rasakan saat itu. Setiba di masjid ia sujud syukur. Rasul yang mulia tersenyum melihat gerak-gerik Zahid yang berbeda dari biasanya.

“Bagaimana Zahid?” tanya Rasulullah.

“Alhamdulillah diterima, wahai Rasulullah,” jawab Zahid.

“Sudah ada persiapan?” tanya Rasulullah lagi.

Zahid menundukkan kepala sambil berkata, “Rasulullah, aku tidak memiliki apa-apa.”

Rasulullah pun menyuruhnya ke rumah Abu Bakar, Ustman, dan Abdurrahman bin Auf. Setelah mendapatkan sejumlah uang yang cukup. Zahid pergi ke pasar untuk membeli persiapan pernikahan.

Bersamaan dengan itu Rasulullah menyeru umat Islam untuk maju berperang menghadapi kaum kafir yang akan menghancurkan Islam. Ketika Zahid sampai di masjid, ia melihat kaum muslimin tengah bersiap dengan persenjataannya.

Zahid bertanya, “Ada apa ini?”

Seorang sahabat menjawab, “Zahid, hari ini orang kafir akan menyerang kita. Apakah engkau tidak mengetahuinya?”

Zahid pun beristighfar beberapa kali kemudian berkata, “Kalau begitu aku lebih baik menjual perlengkapan pernikahan ini dan aku akan membeli kuda yang terbaik.”

“Tetapi Zahid, malam nanti adalah bulan madumu, apakah engkau hendak pergi juga?” kata para sahabat mengingatkan.

“Tidak mungkin aku berdiam diri dalam situasi seperti ini!” jawab Zahid tegas.
 


Lalu Zahid membaca ayat: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-NYA dan (dari) berjihad dijalan-NYA. Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNYA. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” (At Taubah : 24).

Akhirnya Zahid melangkah ke medan tempur sampai ia gugur.

Setelah mengetahui berit gugurnya Zahid, Rasulullah berkata, “HARI INI ZAHID SEDANG BERBULAN MADU DENGAN BIDADARI YANG LEBIH CANTIK DARIPADA ZULFAH.”

Lalu Rasulullah membacakan surat Ali Imron ayat 169-170 dan Al Baqarah ayat 154 :

“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, sebenarnya mereka itu hidup di sisi Rabbnya dengan mendapat rizki. Mereka bergembira dengan karunia yang diberikan Allah kepada mereka, dan bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka dan mereka tidak bersedih hati.”

“Dan janganlah kamu mengatakan orang-orang yang gugur di jalan Allah (bahwa mereka itu) telah mati. Sebenarnya mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.


Para sahabat pun meneteskan airmata.

Lalu bagaimana dengan Zulfah? Mendengar kabar kesyahidan Zahid, iapun menangis haru dan tulus berucap, “YA ALLAH, ALANGKAH BAHAGIANYA CALON SUAMIKU ITU. ANDAI AKU TAK DAPAT MENDAMPINGINYA DI DUNIA, IZINKANLAH AKU MENDAMPINGINYA DI AKHIRAT KELAK.”

Demikian pintanya. Sebuah ekspresi cinta sejati dari dunia hingga akhirat. Cinta yang bersemi oleh ketaatan kepada titah Rasulullah, meski semula hati berontak.

Subhanallah..

Lots Of Love ^_^
-Lilian-

Kamis, 16 Agustus 2012

MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN -_______-

Assalamualaikum..


Sesungguhnya Kami turunkan ia (Al-Qur'an) itu pada malam Qadar (1) Dan tahukan kamu apa malam Qadar itu? (2) Malam Qadar itu lebih baik (nilainya) dari seribu bulan (3)
[QS. Al-Qadr (97) : 1-3]


Ndak terasa ya Ramadhan uda mau pergi lagi. tinggal mengitung hari...
Apa iya masih punya umur yang panjang untuk ketemu Ramadhan tahun depan?
Ya Allah Ya Rabb, Beri Hambamu Umur Yang Panjang untuk menikmati Berkahmu tahun depan Rabb.
Amin Amin Ya Rabbal'alamin




Makna Idul Fitri yang Asli

Idul Fitri berarti kembali kepada naluri kemanusiaan yang murni, kembali kepada keberagamaan yang lurus, dan kembali dari segala kepentingan duniawi yang tidak Islami, Inilah makna Idul Fitri yang asli.

Kesalahan Besar

Adalah kesalahan besar apabila Idul Firi dimaknai dengan ‘Perayaan kembalinya kebebasan makan dan minum‘ sehingga tadinya dilarang makan di siang hari, setelah hadirnya Idul Fitri akan balas dendam, atau dimaknai sebagai kembalinya kebebasan berbuat maksiat yang tadinya dilarang dan ditinggalkan kemudian. Karena Ramadhan sudah usai maka keniaksiatan kembali ramai-ramai digalakkan.
Ringkasnya kesalahan itu pada akhirnya menimbulkan sebuah fenomena umat yang shaleh mustman, bukan umat yang berupaya mempertahankan kefitrahan dan nilai ketaqwaan.
Ketika merayakan Idul Fitri setidaknya ada tiga sikap yang harus kitapunyai, yaitu:
  1. Rasa penuh harap kepada AllahSWT (Raja’). Harap akan diampuni dosa-dosa yang berlalu. Janji Allah SWT akan ampunan itu sebagai buah dari “kerja keras” sebulan lamanya menahan hawa nafsu dengan berpuasa.
  2. Melakukan evaluasi diri pada ibadah puasa yang telah dikerjakan. Apakah puasayang kita lakukan telah sarat dengan makna, atau hanya puasa menahan lapar dan dahaga saja Di siang bulan Ramadhan kitaberpuasa, tetapi hati kita, lidah kita tidak bisa ditahan dari perbuatan atau perkataari yang menyakitkan orang lain. Kita harus terhindar dari sabda Nabi SAW yang mengatakan banyakorangyang hanya sekedar berpuasa saja: “Banyak sekali orang yang berpuasa, yang hanya puasanya sekedar menahan lapar dan dahaga“.
  3. Mempertahankan nilai kesucian yang baru saja diraih. Tidak kehilangan semangat dalam ibadah karena lewatnya bulan Ramadhan, karena predikat taqwa sehantsnya berkelanjutan hingga akhir hayat. Firman Allah SWT: “Hai orang yang beriman, bertagwalah kepada Allah sebenar-benar taqwa kepada-Nya dan janganlah sekali-kati kamu mati melainkan dalam keadaan ber-agama Islam ” (QS. Ali Imran: 102)



Lots Of Love ^_^
-Lilian-

Jumat, 27 Juli 2012

UNYU BANGEEEEEEEEEEEEETTTTTTTTT......

Assalamualaikum....

Ni anak kecil" kok gaya banget siii.....

These Kids Are All About Style

These Kids Are All About Style

These Kids Are All About Style

These Kids Are All About Style

These Kids Are All About Style

These Kids Are All About Style

These Kids Are All About Style

These Kids Are All About Style

These Kids Are All About Style

These Kids Are All About Style

These Kids Are All About Style

These Kids Are All About Style

These Kids Are All About Style

These Kids Are All About Style

These Kids Are All About Style

These Kids Are All About Style

These Kids Are All About Style

These Kids Are All About Style

These Kids Are All About Style

These Kids Are All About Style

UNYUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU.......
unyu unyuuu daaaaaa.. stylish banget..
Apalagi yang terakhir ini. ngegemesiiiinnn

Lots Of Love ^_^
-Lilian-

Taken From www.edan77.com

Kamis, 19 Juli 2012

AYAH.

Assalamualaikum..





Coba sejenak kau lihat raut kelentihan dari wajah ayahmu, helai rambut yang memutih di kepalanya dan kau akan melihat betapa ayah, bapak atau papamu selalu menyayangimu dan menjagamu. Dan dibalik ketidaknyamananmu ada sebuah cinta yang selalu menjadi pelindungmu. Coba kau katakan sekali saja, ” Aku sayang sama ayah, bapak, papa. ” , kau akan melihat guratan senyum kebahagiaan dari raut bibirnya yang mungkin tidak pernah kau lihat sebelumnya. “



Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..

Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya. Lalu bagaimana dengan Papa ?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu ?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian ?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil.
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…
Kemudian Mama bilang : “ Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya ” , Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka.



 


Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.
Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi ?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : “Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja.
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “ Tidak boleh !”. Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu ? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga.
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu.
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama.
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?




Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia. Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu. Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir. Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut. Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang ?
“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa.”

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti. Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa.
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain.
Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu ?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati.
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…. kuat untuk pergi dan menjadi dewasa…

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan.

Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “ Tidak…. Tidak bisa ! ”
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “ Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu ”.
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “ Putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang ”

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu.
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya….

Saat Papa melihatmu duduk di panggung pelaminan bersama seseorang lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia.
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis ?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa.
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata : “ Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik…. Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik…. Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk. Dengan rambut yang telah dan semakin memutih.
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya.
Papa telah menyelesaikan tugasnya.

Papa, Ayah, Bapak kita… adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat. Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. . Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “ KAMU BISA ” dalam segala hal..
Saya mendapatkan notes ini dari seorang teman, dan mungkin ada baiknya jika aku kembali membagikannya kepada teman-teman ku yang lain.

Tulisan ini aku dedikasikan kepada teman-teman wanita ku , yang kini sudah berubah atau akan berubah menjadi wanita dewasa serta ANGGUN, dan juga untuk teman-teman pria ku yang sudah ataupun akan menjadi ayah yang HEBAT !

Yup, banyak hal yang mungkin tidak bisa dikatakan Ayah, Bapak, Papa kita… Tapi setidaknya kini kita mengerti apa yang tersembunyi dibalik hatinya.

sumber : http://www.klikunic.com/2012/07/sosok-seorang-ayah-yang-terlupakansaya.html#ixz
z212nxEUqU

IAN SAYANG AYAH.....

Lots Of Love ^_^
-Lilian-